Langsung ke konten utama

beternak ulat hongkong yang punya burung pasti beli


  1. Hal dasar yang perlu disediakan untuk budidaya ulat hongkong yakni kandang, media pemeliharaan, bibit dan pakannya. Untuk tempatnya ( kandang ) ulat ini dapat dibuat dengan menggunakan bahan triplek dengan ukuran yang telah sesuai dengan yang diperlukan. Kotak dari teriplek tersesbut kemudian dibuat seperti model rak yang disusun dengan cara meningkat kemudian dengan memiliki jarak antara rak sekitar 10 cm, serta dengan dilapisi lakban pada bibirnya agar ulat tidak molos atau kabur. Kandang ini juga bisa berupa kontainer plastik yang bisa didapat dengan mudah membeli ditoko.
  2. Persiapan yang berikutnya dalam teknik beternak untuk ulat hongkong ini ialah dengan media pemeliharaan, untuk media yang digunakan dalam memelihara ulat hongkong ialah dengan mencampur dari bahan dedak halus atau polard dengan ampas tahu kering. Lalu media ini dimasukan ke dalam rak-rak atau container yang digunakan sebagi tempat atau kandang dengan memiliki ketebalan sekitar seperempat bagian dari jumlah ketinggian wadah. Sedangkan untuk bibit ulat hongkong ini sendiri dapat kita beli dipeternak lain maupun ditempat atau toko pakan hewan.
  3. Setelah dengan mempersipakan kandang, media, dan serta dengan bibit, teknik membudidayakan yang selanjutnya yang harus diperhatikan ialah pakan ulat hongkong. Ulat hongkong ialah larva yang hewan yang bisa memakan apa saja mulai dari pakan ayam, ampas tahu, batang pohon pisang, batang talas, papaya, labu siam dan juga sawi. Dipastikan untuk saat mengganti pakan dengan secara berkala agar hal ini tidak membusuk dan menjadi sarang penyakit bagi ulat hongkong.
  4. Untuk beternak ulat hongkong ini tidaklah sulit, langkah pertama bibit ulat hongkong yang sudah dimasukkan ke dalam kandang selanjutnya dipelihara selama sekitar 90 hari sampai berubah menjadi kepompong. Dan jangan lupa memisahkan kepompong denga larva ulat hongkong yang belum berubah ke dalam wadah yang lain karena larva bisa saja memakan kepompong tersebut.

    Kemudian sekitar 10 hari kepompong akan berubah menjadi serangga berwarna putih yang akan berubah menjadi kecoklatan lalu hitam dan menjadi sebuah kumbang. Kumbang inilah yang nantinya akan menghasilkan sebuah telur dan bibit yang baru.

    Kemudian pindahkan kumbang tersebut kewadah tersendiri lalu biarkan agar melakukan proses reproduksi. Sekitar sudah sepuluh hari lakukan ( pengayakan ) untuk dapat dipisahkan kumbang dan telurnya. Selanjutnya kembalikan telur ke wadah dan tempatkan kumbang di wadah baru agar mereka dapat melakukan proses reproduksi lagi. Lakukan cara ini dengan berkala, telur yang dihasilkan lalu akan berubah menjadi ulat hongkong yang setelah berumur 50 hari dan sudah cukup besar lalu bisa untk dipasarkan.
  5. Untuk pemeliharaan pada suhu dalam kandang sangatlah penting, hal yang pertama yakni menjaga kandang pada suhu 29 – 30 derajat celcius yang merupakan suhu yang ideal untuk perkembang biakan ulat hongkong. Untuk selalu diperhatikan juga warna kulit ulat karena ulat hongkong yang sehat memiliki warna kuning keemasan.

    Apabila kulit ulat hongkong mengalami perubahan menjadi warna kuning kehitaman, maka perlu untuk mengurangi pemberian dedaunan dan dedak sebagai pakannya. Apabila ada ulat mati berwarna merah berilah pakan yang tidak terlalu basah. Segera untuk mengatasi masalah ini karena penularan dapat terjadi dengan sangat cepat sekali.met mencoba sob.....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

amplang dewa haji sani di ketapang

Pada awalnya bahan yang paling utama dari Amplang ini adalah ikan pipih yang berhabitat di sungai serta rawa dengan sejenis ikan tawar. Namun kini kan pipih semakin langka, maka dari itu para pembuat kerupuk amplang ini memodif kerupuknya dengan bahan ikan Tenggiri. Atau disebut pula dengan ikan gabus yang dijadikan sebagai bahan yang paling utma dengan rempah pilihan dengan tekstur bumbu yang sangat sedap sekali. Teksturnya sangat renyah sekali dan olahannya sangat lembut, apalagi aroma yang dihasilkan akan menjadikan rasa ikannya yang menggoda. Bagi anda yang melihat kerupuk Amplang ini akan ketagihan. Dengan keriuknya yang maknyus. Yang paling terkenal central pembuatan Amplang ini adalah di kota Kabupaten Kotabaru, tetapi seiring dengan perkembanganya wisata di Kalimantan kerupuk Amplang ini dikenal semakin meluas dan sangat pesat sekali serta berkembang pula di berbagai daerah Kalimantan Selatan. Berikut resep Kerupuk Amplang yang data bunda sajikan untuk keluarga. Bahan-ba...

adu gajian freport (papua) vs whw (kendawangan ketapang)

tambang Grasberg / PT Freeport tersebut merupakan perusahaan tambang emas terbesar di dunia dan tambang tembaga ketiga terbesar dunia. Dengan alasan itu, maka tidak sedikit orang yang menginginkan kerja disana atau mungkin ada juga yang penasaran terkait nominal gaji karyawan PT Freeport per bulan. Berdasarkan informasi di situs Qerja.com memuat informasi gaji pada sejumlah posisi pada Freeport yang diperoleh dari karyawan PT Freeport sebagai responden, disebutkan bahwa perusahaan tersebut memberi gaji karyawannya mulai ratusan ribu hingga puluhan juta per bulan. Bahkan gaji pucuk pimpinan disebut-sebut mencapai miliaran rupiah per bulan. Mau tahu selengkapnya? Berikut ini daftar gaji karyawan pada sejumlah posisi: FOREMAN Gaji: Rp 11 juta hingga Rp 18,7 juta Rata-rata gaji: Rp 16 juta Responden: 7 orang INTERN Gaji: Rp 700 ribun hingga Rp 3 juta Rata-rata gaji: Rp 1,4 juta Responden: 5 orang GENERAL FOREMAN Gaji: Rp 17 juta hingga Rp 28 juta Rata-rata g...

2 bersaudara sukses usaha hijaber

Jakarta - Tren busana hijab mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam lima tahun terakhir. Hal ini pun membuat jilbab sebagai penutup kepala wanita berhijab semakin kaya keragamannya. Rupanya, keragaman jenis jilbab tersebut dilirik kakak-beradik ini untuk dijadikan peluang bisnis. Adalah Intan Kusuma Fauzia dan adiknya, Atina Maulia yang bermula dari sekadar 'iseng' berjualan jilbab untuk mengisi waktu luangnya. Awalnya bisnis jilbab ini hanya memanfaatkan sarana BBM (Blackberry Messenger) dan SMS untuk memasarkan barang dagangannya. Selama tiga bulan, Atina lah yang pertama merintis bisnis jual-beli ini, tepatnya pada 2012 saat usianya masih 18 tahun. Atina mengambil barang ke pusat grosir terlebih dahulu, hanya jika ada peminat yang tertarik. Setelah barang dibayarkan oleh pembeli, baru ia menyetorkannya kepada pihak pemasok. Jadi bisa dibilang, usaha berjualan jilbab ini dimulai tanpa mengeluarkan uang sepeser pun (untuk membeli barang), kecuali pada biaya inter...